Produk

Beranda Produk Komposter

Komposter

admin | Tanggal : 13 Mar 2019

Komposter adalah alat yang digunakan untuk membantu kerja bakteri pengurai ( decomposer) aneka material organik berupa sampah dan limbah menjadi bentuk baru, yakni material kompos dengan sifat-sifat seperti tanah.

 

MEMBUAT KOMPOS CARA KOMPOSTER : 

  1. Sebelum bahan organik diolah ke dalam tong Komposter, sebaiknya masukkan kompos atau tanah lapisan atas (Top – Soil) kedalam dasar tong sekitar ± 4-5 cm, jangan sampai menutup lubang kran.
  2. Selanjutnya masukkan bahan organik yang coklat (Karbon) seperti : daun - daun kering, ranting pohon, jerami, dan lain sebagainya, lalu dicampur dengan sampah organik yang hijau (Nitrogen) seperti : sampah sayur-sayuran, buah-buahan, rerumputan, dan lain sebagainya.
  3. Kemudian bahan organik (Karbon dan Nitrogen) dicacah menjadi kecil-kecil, sekitar 2-3 cm dan dicampur secara merata lalu dimasukkan kedalam tong Komposter.
  4. Untuk lebih mempercepat proses dekomposisi maupun penguraian, sebaiknya bahan campuran bahan organik tersebut disiram dengan EM4 atau Mikro Organisme Lokal (MOL) pengurai/stater setelah diencerkan dengan air, perbandingan1 : 15, secara merata hingga lembab seperti spon habis diperas (45-60 %).
  5. Pada hari ke 5 (lima) bahan diaduk- aduk dan dibolak balik untuk memberikan udara/oksigen. Lalu pengadukan diulang setiap 5 hari sekali dan dihentikan sampai sampah menjadi hitam kecoklat-coklatan dan hancur/remah.
  6. Proses pengomposan dapat dilakukan dan diolah sekaligus atau dilakukan terus menerus selapis demi selapis sampai Tong Komposter
  7. Diperkirakan Selama 30 hingga 40 hari, bahan organik telah berubah menjadi kompos. Lama prosesnya tergantung bahan organik yang dikomposkan.

CATATAN :

  1. Bersihkan tong komposter sebelum digunakan.
  2. Suhu ideal selama proses pengomposan adalah 40 – 50 derajat celcius. Namun pada tahap awal suhunya harus mencapai 70°, caranya dengan menutup bahan kompos dengan pelastik/terpal. Dan dengan melakukan pembalikan timbunan kompos membantu pencampuran, pelonggaran dan aerasi .
  3. Kadar air yang baik adalah antara 45-60%. Jika berlebihan dapat menurunkan suhu dalam gundukan bahan yang dikomposkan, karena menghambat aliran oksigen serta dihasilkannya bau dan tumpukan kompos sebaiknya memiliki kelembaban seperti spon yang habis diperas, tambahkan air bila perlu.
  4. Tingkat oksigen : Tumpukan kompos sebaiknya dibalik secara teratur agar dapat lebih cepat hancur. Dengan membalik tumpukannya berarti akan menambahkan oksigen. Lebih sering dibalik, semakin cepat hancur.

© 2018, Dinas Perumahan Permukiman dan Kebersihan, Design & Developed By : BP Web Media Teknologi